Ribery Kecewa Rues Gabung Dortmund
Pentolan Bayern Munich, Franck Ribery mengaku kecewa melihat keputusan Marco Reus yang memilih bergabung ke Borussia Dortmund dari Borussia M’Gladbach pada bursa transfer musim dingin ini. Maklum, Reus sebelumnya menjadi pemain incaran Munich. Berbagai upaya pun ditempuh FC Hollywood untuk mendapatkan jasa ujung tombak muda 22 tahun tersebut. Sial, upaya Munich mendaratkan Reus terhenti setelah BVB mengikatnya dengan kontrak permanen hingga 2017 mendatang.
Tidak main-main, Die Borussen dilaporkan merogoh kocek 17,5 juta euro untuk mendapatkan jasa mantan pemain timnas Jerman U-21 tersebut. Rencananya, Reus akan bergabung dengan Dortmund pada musim depan. “Ini sangat disayangkan. Saya lebih senang, dia memutuskan bergabung dengan Munich,” kata Ribery dikutip TZ, Kamis (5/1/2012). Senada dengan Ribery, Holger Badstuber hanya bisa geleng-geleng kepala melihat langkah ke depan Reus yang memilih berkostum Dortmund. Akan tetapi, Badstuber kembali mengingatkan, semua pihak harus menghormati keputusan Reus.
“Pemain telah memutuskannya dan memiliki alasan bagus untuk itu. Kami harus bisa menghormati keputusannya. Ini sangat disayangkan, meskipun sebagai muda Jerman dan dia sangat pantas main di Munich,” tuntas bek muda Die Bayern tersebut. Jangan heran, bila Reus menjadi rebutan raksasa Bundesliga menyusul penampilan gemilangnya di hingga paruh musim ini. Reus sukses menyarangkan 10 gol dalam 15 pertandingan yang membuat namanya mulai diperhitungkan klub mapan dari Bavaria itu.
“Banderol Goetze Kemahalan”
Sadar akan Mario Goetze sedang menjadi incaran sejumlah klub-klub top Eropa, Borussia Dortmund segera memagarinya dengan banderol tinggi. Dortmund mematok harga Götze sebesar 40 juta euro. Götze sedang menjadi prospek panas, pada bursa transfer kali ini. Sebut saja Arsenal, Barcelona, Real Madrid dan Bayern Munich juga sempat meminatinya. Tapi belakangan, Bayern menarik ketertarikannya.
Bagi petinggi Bayern, Uli Hoeneβ, banderol sebesar 40 juta euro, adalah angka yang ‘gila’. Mungkin banderol sebesar itu tidak terlalu menjadi masalah untuk tim Spanyol atau Inggris, tapi di Jerman, banderol sebesar itu, bukan hal yang lazim. “Memasang harga 40 juta euro (USD 52 juta) atau mungkin dilebihkan – kami tidak akan pernah melakukan itu, karena terlalu mahal. Mungkin harga transfer yang tinggi, berjalan di Spanyol atau Inggris, tapi selama ini, tidak dengan Jerman,” papar Hoeneβ, seperti dikutip Super Sport, Kamis (5/1/2012).
Ya, seperti yang diuraikan di atas, harga sebesar itu tidak lazim dalam sepakbola Jerman. Terlebih jika hanya ingin ‘memaksa’ seorang pemain untuk terus menetap. Jika terjadi, hal itu dinilai tidak sehat, karena terkesan menghilangkan kesempatan seseorang untuk berkembang di tempat lain. “Kami tidak ingin hal ‘gila’ itu terjadi hanya karena ingin mempertahankan pemain muda Jerman di tanah Jerman dengan cara apapun,” tambahnya.
Selain itu, Hoeneβ mengungkapkan alasan Die Roten, untuk mundur dari medan perebutan Götze. Baginya, belum saatnya Munich berambisi mendapatkannya, karena Munich masih punya banyak ‘stok’ gelandang mumpuni. Tentunya, Bayern tak ingin membiarkan talenta hebat seperti Götze hanya menjadi penghuni bench. “Jika mendapatkannya sekarang, di mana dia harus kami mainkan di dalam tim kami?,” tuntas Hoeneβ.
