Fans Celtics Diminta Tinggalkan Banner Berbau Politik

Fans Celtics Diminta Tinggalkan Banner Berbau Politik

Fans Celtics Diminta Tinggalkan Banner Berbau Politik – Eksekutif chief tim sepak bola Celtics, Peter Lawwell, meminya kepada fans untuk tidak membawa-bawa masalah politik setelah Uefa mulai menindakdisiplinkan  Celtics terkait masalah banner “yang melanggar hukum”.

Klub sepak bola itu harus menelan denda akibat dipampangkannya banner yang menampilkan foto dari figure bersejarah Skotland, William Wallace dan striker berbahaya IRA, Bobby Sands, berikut dengan beberapa lirik, saat pertandingan melawan Milan dimana Celtics kalah dengan skor akhir 3-0. Banner-banner tersebut yang dipampangkan di dalam stadion dan di sekitar sektor tuan rumah sekelompok supporter dari tim dengan sebutan The Green Brigade itu bertuliskan “Sang teroris atau sang pemimpi, sang penindas atau sang pemberani, bergantung pada vote milik siapa yang kamu berusaha tangkap atau muka milik siapa yang kamu berusaha selamatkan”.

Celtics bersaksi akan menghukum fan yang terlibat dalam banner berbau politik itu dengan Lawwell ngotot mereka (yang terlibat) tidak akan diperbolehkan masuk ke dalam Celtic Park. Lawwell mengatakan kejadian banner tadi malam jelas menodai kehormatan klub dan supporter klub yang lain dan sekarang klub harus membayar denda dari UEFA. Ia juga menambahkan bahwa sudah banyak kejadian yang mengakibatkan terkena dendanya klub Skotland ini oleh UEFA dalam tiga tahun terakhir. Kejadian-kejadian tersebut menyangkut perilaku ataupun penampilan-penampilan banner. Lawwell menghimbau ia tidak mau kejadian seperti ini terulang kembali.

Lawwell mengatakan walaupun ini merupakan ulah kelompok minor, tetapi denda yang dikenakan UEFA ditujukan kepada klub. Hal ini juga menyangkut reputasi baik Celtic. Lawwell selanjutnya juga mengutarakan bahwa aksi kaum minoritas ini merusak nama baik klub dan juga nama baik supporter Celtics. Klub dan fans lain yang harus menanggung malu sementara kaum minoritas ini terus melakukan kesalahan-kesalahan yang sama berulang kali.

Lawwell menegaskan supporter Celtics tidak ingin hal ini terjadi lagi. Ia juga menegaskan bahwa Celtics bukan organisasi politik melainkan sebuah klub sepak bola dengan prestasi yang sangat baik yang bertujuan untuk bisa memainkan perannya sebagai bagian dari tim besar di kancah Eropa. Apalagi kompetisi terbesar seeprti Liga Champions.

Lawwell memperingatkan fans Celtics, apapun pandangan politik yang mereka miliki, stadion sepak bola, baik Celtic Park ataupun stadion lainnya tidak seharusnya dijadikan tempat untuk mempromosikan hal-hal semacam ini. Hal-hal seperti inilah yang petinggi sepak bola, termasuk Uefa, sudah pusingkan untuk waktu yang cukup lama dan sesuatu yang sudah diketahu oleh banyak supporter pada umumnya.

Chief klub dengan sebutan the Green Brigade itu menegaskan Celtics tidak mau kejadian seperti ini berulang, manajer klub dan tim juga tidak menginginkannya. Supporter dan petinggi dunia sepak bola juga tidak menginginkannya. Oleh sebab itu, hal-hal seperti ini harus dihentikan.