Berita Bola

Liga Jerman

Musim Depan, Reus Gabung Dortmund

Teka-teki soal masa depan Marco Reus akhirnya terjawab sudah. Pemain belia milik Borussia Monchengladbach ini akan pulang ke Borussia Dortmund mulai musim depan. Reus, yang bisa bermain sebagai gelandang atau penyerang, diboyong oleh Dortmund dengan biaya sekitar 17,5 juta euro (sekitar Rp 206,56 miliar). Pemain berusia 22 tahun itu diikat dengan kontrak berdurasi lima tahun. Bergabung dengan Dortmund memang bagai pulang kampung buat Reus. Maklum, dia lahir di Dortmund dan sempat bermain untuk tim remaja Die Schwarzgelben. Bahkan, keluarga dan kekasihnya pun masih tinggal di kota terbesar ketujuh di Jerman itu.

“Sangat penting bagi saya untuk menjelaskan bahwa keputusan ini bukan berarti saya melawan Gladbach,” terang Reus yang dikutip Sky Sports. “Tapi, saya memutuskan bahwa saya ingin mengambil langkah berikutnya pada musim mendatang dan bermain untuk sebuah tim yang berpeluang juara dan memberi saya garansi bermain di Liga Champions. Saya melihat peluang ini di Dortmund,” bebernya.

Kubu Dortmund sendiri sangat gembira bisa merekrut kembali Reus. Mereka merasa beruntung bisa mendapatkan Reus meski si pemain kabarnya juga diminati klub-klub top lain termasuk Bayern Munich. “Dalam diri Marco Reus kami mendapatkan pilihan pertama kami untuk pemain menyerang. Kami senang Marco sudah memilih untuk datang ke BVB meski ada kompetisi berkualitas tinggi,” jelas Direktur Olahraga Dortmund, Michael Zorc.

Musim ini, Reus tampil menawan bersama Monchengladbach. Dia sudah mencetak 11 gol dalam 16 penampilannya di semua kompetisi.

Reus Pilih Dortmund, Duo Punggawa Bayern Kecewa
Bintang muda Borussia Monchengladbach, Marco Reus, telah memilih bergabung Borussia Dortmund ketimbang Bayern Munich. Keputusan itu pun membuat Franck Ribery dan Holdger Badstuber kecewa. Setelah tampil cemerlang bersama klubnya, Reus kencang dihubungkan dengan kedua klub raksasa tersebut. Namun Die Borussen-lah yang menjadi pemenangnya.

Reus memilih memperkuat klub dari daerah kelahirannya itu di akhir musim dengan menandatangani kontrak berdurasi enam tahun. Kabarnya nilai transfer yang harus dibayar Dortmund guna menebus Reus mencapai 17 juta euro. “Itu sungguh disayangkan. Aku lebih memilih dia memutuskan bergabung Bayern,” sesal Ribery itu kepada TZ.

Perasaan tak jauh beda juga diungkapkan Badstuber. Meskipun diyakininya Reus memiliki alasan kuat atas keputusannya itu. “Dia sudah membuat keputusan dan tentunya memiliki alasan bagus di baliknya. Kita hanya bisa menghargai pilihannya. Ini memang disayangkan karena dia pemain Jerman dan pastinya akan sangat cocok di Bayern,” timpal Badstuber.

Be the first to comment - What do you think?  Posted by admin - January 9, 2012 at 4:23 pm

Categories: Liga Jerman   Tags:

Pemain Didikan Bayern Tidak Kalah Dengan Pemain Barca

Siapa yang tak tahu klub raksasa Spanyol, Barcelona. Semua orang sudah tahu para pemain bintang yang telah mereka didik. Banyak yang menilai jika Barcelona menjadi salah satu klub yang memiliki banyak gudang pemain handal. Barcelona dengan La Masia-nya sudah mengundang decak kagum dunia lewat pemain-pemain yang mereka hasilkan. Kini Bayern Munich mengklaim kalau pemain-pemain didikan mereka juga tak kalah bagusnya. Dari era Xavi Hernandez, sampai Andres Iniesta, Lionel Messi, Sergio Busquets, Gerard Pique, Pedro Rodriguez, dan hingga yang paling anyar seperti Thiago Alcantara dan Isaac Cuenca, Barca telah menunjukkan diri sebagai salah satu klub yang sukses menelurkan pemain berbakat. Hasil di lapangan pun berbicara dengan sendirinya mengenai sukses itu.

Permainan apik Barca disebut tak lepas dari solidnya skuad dan betapa pahamnya pemain-pemain binaan klub mengaplikasikan filosofi klub dalam permainan. Hasilnya, tiga gelar La Liga dan dua gelar Liga Champions sejak tahun 2009 berhasil mereka raih. Trofi-trofi itu pun masih ditambah dengan dua gelar Kejuaraan Dunia Antarklub. Bayern, yang belakangan juga banyak memasukkan para pemain didikan mereka ke tim utama, mengklaim jika didikan mereka sama bagusnya. Presiden Bayern, Uli Hoeness, menyebut bahwa nama-nama seperti Thomas Mueller, Toni Kroos, dan David Alaba punya potensi untuk mengangkat klub, sama seperti yang dilakukan Iniesta dkk. di Barca.

“Orang-orang hanya berbicara soal Barcelona dan talenta muda mereka. Tapi, kami juga tidak buruk,” ujar Hoeness kepada DPA. “Lihat saja tim kami saat ini: (Bastian) Schweinsteiger, (Philipp) Lahm, Mueller, (Holger) Badstuber, Kroos, dan Alaba,” lanjutnya.

Mueller telah menunjukkan bahwa dirinya pemain depan jempolan sejak musim 2009/10 dan pada Piala Dunia 2010 lalu. Sementara kini, giliran Kroos yang unjuk kebolehan sebagai salah satu gelandang serang terbaik di Bundesliga. “Kroos telah menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Jika Anda ingin mengejar Barca, Anda butuh pemain seperti dia,” tukas Hoeness.

Setelah Pecat Pemain yang ‘Curi Sampo’, Freiburg Juga Depak Pelatih
Pemecatan kembali dilakukan Freiburg. Setelah minggu lalu memutus kontrak seorang pemainnya yang “mencuri sampo”, klub papan bawah Liga Jerman itu memberhentikan pelatihnya, Marcus Sorg. Sorg didepak setelah dinilai buruk menangani Freiburg di paruh pertama musim ini. Dari 17 pertandingan mereka cuma mendapatkan 13 poin dan menunggui dasar klasemen. Di musim lalu, dengan skuad nyaris sama, mereka finis nomor sembilan.

Dalam sejarahnya di Bundesliga, ini adalah kali pertama Freiburg memecat pelatih. Figur yang digantikan Sorg adalah Robin Dutt, yang meninggalkan Badenova-Stadium untuk bergabung dengan Bayer Leverkusen. Sebelum dilatih Dutt, Freiburg ditangani Volker Finke dari 1991 sampai 2007, yang menjadikan dia sebagai manajer terlama yang pernah menukangi sebuah klub dalam sejarah sepakbola profesional di Jerman.

Dalam pernyataannya, sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (29/12/2011), direktur sport Freiburg, Dirk Dufner, sekaligus mengumumkan kebijakan klub untuk mempromosikan asisten pelatih Christian Streich sebagai pelatih kepala, menggantikan Sorg. Minggu lalu Freiburg juga memberhentikan seorang pemainnya, Yacine Abdessadki, terkait insiden di sebuah hotel di kota Koeln, saat tim mereka menginap pada 10 Desember. Gelandang Maroko kelahiran Prancis itu didakwa mencuri empat botol sampo dan merusak dispenser di kamar mandi kamar hotelnya.

Dalam pembelaannya, Abdessadki mengatakan bahwa saat mandi ia mendapati dispenser samponya kosong. Ia lalu ke kamar sebelahnya, yang ditempati kapten Heiko Butscher dan Jonathan Schmid, untuk memperoleh sampo. Teman sekamarnya, Garra Dembele kemudian pergi ke lobi hotel untuk meminta beberapa botol sampo. Menurut versi Freiburg, mereka tidak mau mengganti kerugian dispenser sampo, yang diklaim pihak hotel sengaja dirusak oleh Abdessadki. Klub merasa hal memalukan itu tidak pantas dilakukan oleh seorang pemain profesional, dan sebab itu memecatnya.

Be the first to comment - What do you think?  Posted by admin - at 4:14 pm

Categories: Liga Jerman   Tags:

Berita Bola