sbobet mobile, sbobet wap Sbobet,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Berita Liga Inggris Klub Liga Inggris Milik Miliuner Amerika

Klub Liga Inggris Milik Miliuner Amerika Berita Liga Inggris – Pengusaha-pengusaha asing sepertinya semakin menjamur di dunia sepakbola “benua biru”. Buktinya, Manchester City pernah dua kali dimiliki oleh pengusaha asing dari luar Eropa. Pertengahan 2007, miliarder asal Thailand, Thaksin Shinawatra membeli Manchester City dengan harga 81,6 juta poundsterling dengan menguasai 75 persen sahamnya.

 

Kemudian, di penghujung tahun 2008, The Citizen kembali dikuasai oleh pihak asing, setelah mantan Perdana Menteri Thailand itu menjualnya kepada penguasaha asal Abu Dhabi, Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan. Pemilik Abu Dhabi United Group itu resmi memiliki klub dengan membelinya seharga 200 juta poundsterling.

 

Selain mantan juara Premier League Liga Inggris musim 2011/2012 itu, ternyata masih banyak lagi klub Premier League yang dimiliki oleh pihak asing. Selain pengusaha-penguasaha asal tanah Arab, juga banyak miliuner dari Amerika Serikat yang ikut melakukan invasi bisnisnya di Inggirs dengan membeli sejumlah klub yang berlaga di liga utama negara tersebut. Berikut adalah beberapa di antaranya:

 

Malcolm Glazer (Manchester United)

Glazer membeli The Red Devils dengan cara berutang pada tahun 2005. Akibatnya Manchester United terpaksa harus menanggung biaya bunganya setiap tahun. Itu pula yang mempengaruhi lesunya pergerakan mereka di bursa transfer beberapa tahun terakhir. Baru pada Mei 2013 lalu, pihak klub berhasil melobi kreditor untuk menurunkan tingkat bunga, sehingga jumlah utangnya pun berkurang.

 

Meski begitu, pengalaman dan keahlian Glazer sebagai pebisnis tetap mampu membawa Setan Merah ke level yang lebih tinggi dalam hal penguatan citra. Selain itu, ia juga berhasil melakukan sejumlah kerja sama yang sangat menguntungkan secara komersial dengan berbagai pihak. Laporan keuangan Manchester United pun terus menunjukkan “angka hijau” di saat banyak klub besar justru mengalami kerugian.

 

Klub tersebut pun sukses menempati posisi teratas klub sepakbola paling berharga versi majalah Forbes selama delapan tahun berturut-turut. Sedangkan secara prestasi, Manchester United juga bisa mempertahankan kestabilannya di lapangan. Lima gelar Premier League dan sebuah trofi Liga Champions, termasuk juga dua kali menjadi finalis di kompetisi terbesar di Eropa itu menjadi buktinya.

 

Stan Kroenke (Arsenal)

Kroenke memang bukanlah pemilik tunggal Arsenal. Ia memiliki The Gunners bersama pengusaha lainnya, Alisher Usmanov dan kelompok suporter. Tapi Kroenke merupakan pemilik saham terbesar dengan menguasai 62,89 persen saham klub tersebut. Arsenal sendiri sebenarnya memiliki stabilitas financial yang cukup luar biasa di antara klub-klub Premier League lainnya. Namun, mereka malah banyak menjual para pemain kuncinya.

 

Setelah sekarang merampungkan pembangunan stadion barunya, Emirates Stadium, Arsenal tentu saja memiliki dana transfer yang lebih besar. Banyak pihak memprediksi klub yang ditangani oleh Arsene Wenger itu akan mulai berbelanja pemain-pemain bintang. Hal tersebut memang harus dilakukannya, jika ingin sukses meraih banyak gelar domestik dan di kejuaraan Eropa, seperti di Liga Champions.

 

Fenway Sports Group (Liverpool)

Sebelumnya The Reds pernah dimiliki oleh duet pengusaha yang juga berasal dari negeri Paman Sam, Tom Hicks dan George Gillet. Kemudian, pada tahun 2010 lalu, Fenway Sports Group (FSG) membeli Liverpool. Hingga saat ini, FSG telah menginvestasikan dana transfer lebih dari 200 juta poundsterling untuk membeli pemain-pemain bintang.

 

Namun, dana sebesar itu ternyata tidak mampu juga memberikan banyak trofi bagi klub Merseyside tersebut. Hanya sederet pemain bintang seperti Andy Carroll, Luis Suarez, Fabio Borini, Joe Allen, Jordan Anderson dan Stewart Downing yang menjadi hasil  bagi Liverpool. Jika soal prestasi, hanya trofi Piala Liga tahun 2008 yang diberikan oleh duet Hicks-Gillett .

 

Randy Lerner (Aston Villa)

Lerner menggantikan pemilik yang sebelumnya, Doug Ellis pada tahun 2006. Sampa seperti yang terjadi di Liverpool, investasinya juga belum membuahkan hasil apa-apa. Padahal, Lerner sudah banyak mengeluarkan pundi-pundi uangnya untuk membeli sejumlah pemain, terutama pada rentang 2008 hingga 2011, seperti Ashley Young, Stilyan Petrov, Stewart Downing, dan Darren Bent.

 

Selain itu, Lerner juga telah mengganti pelatih The Villans hingga empat kali pada masa kepemimpinannya. Mulai dari era Martin O’Neill yang sempat bertahan selama empat tahun dengan prestasi yang sebenarnya cukup lumayan. Kemudian digantikan Gerard Houllier, Alex McLeish, dan sekarang Paul Lambert menukangi The Villans. Namun ambisinya untuk meraih trofi belum juga terwujud.

 

Ellis Short (Sunderland)

Short berhasil mendapatkan mayoritas saham Sunderland pada tahun 2009, setelah sebelumnya membeli 30 persen saham klub tersebut. Ia juga sudah menginvestasikan banyak uang untuk membeli para pemain, meski memang tidak sebanyak yang dilakukan pengusaha Rusia, Roman Abramovich di Chelsea atau penguasaha Abu Dhabi, Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan di Manchester City.

 

Namun, hasilnya juga belum maksimal. Pemain seperti Darren Bent, Asamoah Gyan, Stephan Sessegnon, Connor Wickham, Stephen Fletcher, dan Adam Johnson yang pernah didatangkan belum mampu mengangkat prestasi Sunderland. Karena kecewa, Short pun membubarkan membubarkan tim pencari bakatnya pada akhir musim lalu. Musim ini ia berharap pembelian Jozy Altidore dan Emanuelle Giaccherini bisa membawa sukses.

 

Shahid Khan (Fulham)

Yang terbaru adalah pembelian Fulham oleh Shahid Khan, miliuner asal Amerika Serikat kelahiran Pakistan senilai 200 juta poundsterling pada tanggal 12 Juli 2013 lalu. Pengusaha sukses di bidang otomotif itu sepertinya juga ingin mencoba berbisnis melalui klub sepakbola. Sebelumnya, ia juga telah memiliki klub American football, Jaguar Jacksonville.

 

judi online Maxbet